KELERENG DAN LAYANGAN

Bangsa ini kaya sekali akan kosakata budaya. Bahkan dalam permainan tradisionalpun, kosakata unik banyak sekali dijumpai, seperti kosakata unik yang dimiliki bahasa Betawi seperti yang terdapat di bawah ini.

1. Permainan Kelereng






  • Keparat : keadaan terdesak di suatu sudut permainan
  • Gaco : ikon kita dalam bermain kelereng
  • Erot : Menggeser posisi letak tempat kita berada
  • Poles : terkena oleh lawan tapi hanya menyenggol sedikit
  • Cilem : Kurang mempunyai pasangan/taruhan, tetapi masih ikut bermain (bisa disebut juga berhutang)
  • Stik : jarak antara gacoan dengan bidang bermain hanya berjarak sejengkal
  • Cilot : terpentalnya gacoan kita karena terkena oleh lawan
  • Dus : diubahnya posisi gacoan kita karena terkena manusia, dibagi menjadi berbagai macam : Dus kilat, Dus jauh, Dus sedang, Dus dekat,dan dus kantong
  • Srik : Membersihkan area permainan, agar lebih terlihat jelas gacoan lawan
  • Trek : memakai gaco lawan sebagai tumpuan agar bisa mendekati area permainan yang dituju
  • Sten : tumpuan bidang permainan agak ke atas agar posisi menyentil lebih enak dan leluasa (biasanya menyandarkan tangan di atas paha)
  • Pinjem gaco: meminjam gundu kepada lawan, sebagai alat bermain karena modal sudah habis

2. Permainan Layangan




  • Telap : layangan yang berstatus putus
  • Pongkol: teknik mengadu layangan dengan membabat dari bawah
  • Rot : jika layangan kita putus, dan benangnya diambil orang
  • Tiban : teknik mengadu layangan dengan meniban dari atas
  • Bandring: melemparkan benang ke benang lain dengan mengikatnya di sebuah benda
  • Gentingan: putus tiba tiba tanpa ada penyebab
  • Pandangan: mendapatkan layangan musuh sewaktu layangan kita berada diatas
  • Tarik tarikan: saat sedang mengadu layangan, layangan tidak putus diatas akan tetapi turun kebawah dan saling menarik
  • Mumbul : kembali naiknya sebuah layangan putus yang sudah ingin turun

Share on Google Plus

About Cinta Betawi

Ikut melestarikan kebudayaan indonesia
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment